4 Kandungan Skincare yang Bikin Kulit Makin Berminyak

Jakarta, CakrawalaRafflesia

Kulit Berminyak menyebabkan berbagai masalah, termasuk jerawat, dandan mudah luntur, dan rambut cepat lepek.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, minyak ini cukup sulit dikendalikan karena faktor genetik, stres, hormon, dan lingkungan. Tidak hanya itu, penggunaan beberapa konten perawatan kulit Ini juga bisa membuat kulit lebih berminyak.

Dermatologist Rachel Nazarian menyarankan untuk mencegah kulit menjadi terlalu berminyak. Salah satu caranya adalah dengan bijak memilih produk perawatan kulit.

Anda disarankan untuk menghindari beberapa bahan perawatan kulit mengikuti.

1. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida alias benzoil peroksida memang menjadi rujukan untuk masalah jerawat. Dikutip dari saluran kesehatanBahan yang satu ini bisa membasmi jerawat dan tumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.

Bahan ini sangat umum ditemukan dalam produk perawatan kulit untuk kulit berminyak yang cukup familiar dengan masalah jerawat.

Namun kandungan yang satu ini berisiko menimbulkan efek samping yaitu membuat kulit semakin berminyak.

“Kulit kita mengkompensasi efek samping dari bahan yang terlalu kering. [Menghasilkan] Produksi minyak yang berlebihan tidak sehat untuk kulit,” jelas Loretta Ciraldo, dokter kulit dan pendiri Loretta Skincare. Baik dan Baik.

2. Minyak argan




Ilustrasi. Minyak argan adalah salah satu bahannya perawatan kulit yang membuat kulit berminyak. (iStockphoto)

Minyak argan adalah salah satu bahan perawatan rambut yang paling direkomendasikan. Minyak ini dapat menguatkan dan melembutkan rambut jika digunakan secara rutin.

Namun, jika Anda memiliki jenis kulit kepala berminyak, sebaiknya hindari produk perawatan rambut yang mengandung minyak argan.

“Banyak pasien wanita saya memiliki kesuksesan besar karena produk perawatan rambut yang mengandung minyak argan,” kata Ciraldo.

Ciraldo menjelaskan, kombinasi sulfat dan minyak argan akan menyumbat pori-pori, membuat kulit kepala lebih berminyak dan mengakibatkan kesuksesan besar atau jerawat parah.

3. Bahan yang bersifat oklusif

Dalam dunia perawatan kulit, ada berbagai jenis pelembab, termasuk yang oklusif. Dikutip dari Tata graha yang baikOklusif adalah pelembab yang bekerja dengan membentuk lapisan pada permukaan kulit dan menciptakan penghalang untuk mencegah kulit kehilangan kelembapannya.

Agen pelembab dengan sifat oklusif termasuk minyak bumi, minyak mineral, dan lanolin. Sebaiknya hindari bahan-bahan ini jika Anda memiliki kulit berminyak.

“[Bahan oklusif] dapat memperburuk kulit berminyak dengan mengganggu kemampuan kulit untuk bersentuhan dengan lingkungan eksternal dan mengaturnya dengan benar,” kata Nazarian.

4. Alkohol

Efek mendinginkan, menyegarkan, dan mudah didapat dari alkohol. Tak heran jika alkohol banyak digunakan untuk campuran toner dan pembersih wajah.

Namun, alkohol juga memiliki efek buruk pada kulit berminyak. Alkohol, kata Nazarian, akan mengikis hidrasi alami kulit. Hal ini menyebabkan kulit mendorong produksi minyak untuk menutupi kelembapan yang hilang.

(yang / ashar)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  4 Kuliner Enak Jalur Pantura Surabaya, Pasuruan, dan Malang

Tinggalkan komentar