4 Masalah Kesehatan yang Mengintai Anak Setelah Lebaran

Jakarta, CakrawalaRafflesia

Satu pekan setelah hari raya Idulfitri, anak mungkin mulai mengeluh merasa tidak sehat. Padahal, sudah saatnya anak kembali mengikuti belajar mengajar di sekolah.

Faktanya, ada beberapa penyakit yang mengintai dan bisa dialami setelah Lebaran.

Ketua unit kerja koordinasi gastro-hepatologi IDAI, Muzal Kadim mengatakan, ada beberapa penyakit yang bisa diderita anak setelah Lebaran. Terutama yang berkaitan dengan saluran cerna.

“Selain berpuasa, ada kebiasaan baru yang berubah, kemudian saat Lebaran, kebiasaan yang sudah terbentuk selama satu bulan berubah lagi. Ini bisa membuat usus dan organ lain di saluran cerna membutuhkan penyesuaian,” kata Muzal dalam webinar yang digelar IDAI dengan tema Penyakit yang Harus Diwaspadai Setelah Lebaran, Selasa (10/5).

Selain itu, makanan yang dikonsumsi saat Lebaran juga bisa memicu penyakit masalah pencernaan pada anak. Berikut beberapa penyakit yang harus diwaspadai setelah lebaran.

1. Diare

Jika anak mengeluh sakit perut dan buang air besar lebih dari tiga kali dalam satu hari, maka bisa jadi anak mengalami diare. Untuk memastikan anak mengalami diare, orang tua juga harus memeriksa feses anak.

“Apakah fesesnya lembek dan berbau busuk atau menyengat? Lihat perubahan di feses mereka,” kata dia.

Diare bisa terjadi karena bakteri yang tidak sengaja masuk ke tubuh dari makanan atau melalui tangan.

Saat Lebaran, anak akan melakukan banyak interaksi dengan sanak saudara, tetangga, bahkan orang yang jarang ditemui. Interaksi ini tentu bisa membuat bakteri mudah masuk ke tubuh anak.

“Makanya para orang tua harus selalu siap dan waspada, anak harus rajin mencuci tangan dan memastikan makanan yang dikonsumsi bersih,” kata dia.

Baca Juga :  Alasan Ilmiah Minum Kopi Selalu Bikin Ingin BAB

2. Sakit perut




Ilustrasi. Penyakit yang mengintai anak setelah Lebaran biasanya menyerang saluran pencernaan. (istockphoto/Imgorthand)

Sakit perut berbeda dengan diare. Hal ini bisa dialami ketika anak mengalami sakit perut luar biasa padahal tidak ingin buang air besar. Sakit perut bisa terjadi karena radang, infeksi, hingga trauma.

Sakit perut juga bisa menjadi tanda bahaya jika terjadi lebih dari dua jam. Sebab, hal ini bisa menjadi tanda pendarahan atau terdapat luka di organ tubuh, terutama di dekat perut.

3. Muntah

Muntah sebenarnya bukan tergolong penyakit. Tapi merupakan gejala dari beberapa penyakit lain misalnya masalah lambung hingga keracunan makanan.

4. Konstipasi

Konstipasi atau sulit buang air besar bisa dialami anak. Pemicunya bisa karena stres atau terlalu lama menahan keinginan buang air besar.

“Anak terkadang menahan buang air besar jika sedang bermain atau bertemu keluarga karena terlalu senang main,” kata dia.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan komentar