Austria, Ceko, dan Slovenia Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet

Jakarta, CakrawalaRafflesia

Republik Ceko, Austria, dan Slovenia melaporkan kasus cacar monyet pertama mereka pada Selasa (24/5). Kepala Masyarakat untuk Penyakit Menular di Ceko Pavel Dlouhy mengatakan sudah memperkirakan hal tersebut sebelumnya.

“Itu hanya masalah waktu, kami telah memperkirakan itu berhari-hari,” kata Dlouhy seperti dilansir AFP, Selasa (24/5).

Kasus cacar monyet pertama Republik Ceko terdeteksi pada satu pria di Rumah Sakit Universitas Militer Praha. Kasus tersebut menunjukkan gejala setelah kembali dari festival musik di Antwerpen, Belgia pada awal Mei.

Sementara itu, kasus cacar monyet pertama di Austria dideteksi pada seorang laki-laki yang dirawat di rumah sakit di Wina setelah mengalami gejala demam.

Sedangkan otoritas kesehatan Slovenia juga mengonfirmasi kasus cacar monyet menjangkit satu pria setelah kembali dari Kepulauan Canary.

Selama beberapa hari terakhir, beberapa negara Eropa dan Amerika Utara termasuk Inggris, Prancis dan Amerika Serikat telah melaporkan kasus virus langka, yang endemik di beberapa bagian Afrika.

Otoritas medis mengatakan, bagaimanapun, bahwa risiko penyakit itu akan menyebar luas adalah rendah.

Inggris hingga Selasa (24/5) telah melaporkan 70 kasus cacar monyet sejak pertama kali ditemukan pada 7 Mei.

Mengutip laman Gov.uk, orang Inggris yang memiliki ruam atau luka tak biasa di bagian tubuh mana pun, terutama alat kelamin, harus segera menghubungi NHS atau layanan kesehatan seksual setempat.

Virus ini biasanya tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang, tetapi dapat ditularkan melalui kontak orang-ke-orang yang dekat atau kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang yang menderita cacar monyet, seperti pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa minggu.

Baca Juga :  Kasus Cacar Monyet Tembus 1000, AS punya 2 Varian Virus

Kepala Penasihat Medis Badam Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) Susan Hopkins mengatakan tim perlindungan kesehatannya menghubungi orang-orang yang dianggap kontak berisiko tinggi dari kasus yang dikonfirmasi.

UKHSA menasihati mereka yang telah dinilai risikonya dan tetap sehat untuk mengisolasi di rumah hingga 21 hari.

(afp/chri)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan komentar