Cara Menurunkan Demam dengan Cepat Berdasarkan Usia

Jakarta, CakrawalaRafflesia

Demam adalah kondisi peningkatan suhu tubuh tinggi yang umumnya pernah dirasakan hampir setiap orang, mulai dari bayi sampai dewasa. Demam ditandai dengan suhu tubuh di atas 36 derajat Celcius.

Selama kondisinya tidak terlalu parah atau tidak menunjukkan tanda-tanda serius, cara menurunkan demam dapat diatasi sendiri dengan pengobatan rumahan.

Biasanya demam terjadi sebagai pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi akibat bakteri virus yang masuk ke dalam tubuh. Sementara gejala dan penyebab demam pun bervariasi.

Gejala Demam




Ilustrasi. Gejala yang paling umum dirasakan ketika mengalami demam. (Istockphoto/ Paul Bradbury)

Gejala paling umum dan dirasakan setiap orang ketika mengalami demam yaitu seperti berikut:

  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Keringat dingin
  • Nyeri kepala
  • Kelelahan
  • Tidak nafsu makan
  • Nyeri otot
  • Nyeri tenggorokan

Akan tetapi, jika gejalanya dibarengi dengan sesak napas, muntah terus-menerus, muncul bercak merah di kulit atau tanda-tanda lain yang tidak biasa, maka perlu segera dirujuk ke dokter.

Penyebab Demam




ilustrasi anak sakitIlustrasi. Penyebab demam bervariasi, mulai dari infeksi virus hingga adanya penyakit penyerta. (iStockphoto/Suzi Media Production)

Sementara penyebab demam bersifat multifaktor dan tidak selalu dikarenakan oleh infeksi virus serta bakteri, melainkan bisa pula karena hal ini:

  • Terlalu lama berada di bawah paparan langsung sinar matahari
  • Efek imunisasi pada bayi dan anak-anak
  • Gigitan nyamuk pembawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, atau chikungunya
  • Efek obat-obatan atau terapi tertentu
  • Memiliki penyakit penyerta, misalnya kanker dan lainnya.

Cara Menurunkan Demam Berdasarkan Usia




Ilustrasi telemedisinIlustrasi. Cara menurunkan demam dengan cepat sesuai kategori usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga dewasa. (iStock/Chaay_Tee)

Melansir laman Mayoclinic, berikut cara menurunkan demam dengan cepat sesuai kategori usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga dewasa.

Bayi dan Balita

  • Bayi 0-3 bulan (38 derajat Celcius)

Cara menurunkan demam pada bayi usia ini adalah dengan memastikan baju yang dipakainya berbahan nyaman, selalu cek berkala suhu tubuh anak Anda dengan termometer sambil penuhi kebutuhan cairannya seperti ASI atau susu formula.

Jaga suhu ruangan kamar idealnya 20-22 derajat Celcius. Jika suhu tubuhnya tidak berangsur turun, segera hubungi dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat.

  • Bayi 3-6 bulan (38,9 derajat Celcius)

Pastikan baju yang dipakai bayi Anda berbahan nyaman, selalu cek berkala suhu tubuhnya dengan termometer dan penuhi kebutuhan cairannya seperti ASI, susu formula, air putih.

Jaga suhu kamar di 20-22 derajat Celcius. Jika suhu tubuh tidak berangsur turun dan muncul tanda-tanda lesu, sering menangis seperti kesakitan, segera bawa ke faskes terdekat.

  • Balita 6-24 bulan (38,9 derajat Celcius)

Jika usia bayi 6 bulan ke atas, dapat diberikan parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam serta rasa nyeri.

Tapi, untuk dosisnya harus benar-benar mengikuti petunjuk pada label obat atau boleh sambil konsultasikan ke dokter. Jangan lupa selalu memperhatikan asupan cairan si kecil.

Anak-Anak

  • Anak-anak usia 2-17 tahun (38,9 derajat Celcius)

Cara menurunkan demam pada anak usia 2-17 tahun adalah dengan mengondisikan anak Anda untuk istirahat total dan perbanyak minum air putih supaya tubuhnya tidak dehidrasi.

Apabila keadaan anak tersebut tidak ada penyakit penyerta bisa diberikan obat diberikan parasetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dosis dan jangan pernah memberi obat aspirin.

Selalu cek berkala suhu tubuh anak Anda, apabila setelah 3 hari demam tidak turun dan masih berlanjut maka harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Orang Dewasa

  • Usia 18 tahun ke atas (38,9-39,4 derajat Celcius)

Cara menurunkan demam pada orang dewasa tak jauh berbeda, yaitu dengan beristirahat, asupan cairan harus cukup, memakai pakaian nyaman, atau berendam di air hangat supaya rileks.

Jika perlu obat-obatan, dapat mengonsumsi parasetamol, ibuprofen, atau aspirin dengan dosis yang disesuaikan serta diminum teratur.

Apabila setelah mengonsumsi obat penurun panas tidak kunjung terlihat tanda-tanda baik, maka segera periksakan ke dokter.

(avd/fef)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Bukan Cuma Orang Tua, Anak Muda Juga Bisa Darah Tinggi

Tinggalkan komentar