Waspada Gejala Epilepsi dan Cara Penanganannya

Jakarta, CakrawalaRafflesia

Epilepsi atau dalam bahasa awam disebut penyakit ayan merupakan kondisi gangguan sistem saraf pusat. Sangat penting untuk mengenal gejala epilepsi sehingga bisa ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

Epilepsi merupakan kondisi aktivitas otak tidak normal sehingga mengakibatkan kejang atau perilaku atau sensasi yang tidak biasa serta kadang kehilangan kesadaran.

Gejala epilepsi

Kejang adalah gejala epilepsi yang utama. Namun gejalanya akan berbeda pada tiap pasien dilihat dari tipe kejangnya.

Kejang fokal (sebagian)

Ada dua yakni kejang sadar fokal dan kejang tidak sadar fokal.

Kejang sadar fokal tidak melibatkan hilang kesadaran. Seperti dikutip dari Healthline, gejala epilepsi dengan kejang fokal antara lain:

1. Perubahan pada indera perasa, penciuman, penglihatan, pendengaran, atau sentuhan.
2. Kepala pusing
3. Kesemutan dan kedutan pada anggota badan

Kejang tidak sadar fokal meliputi kehilangan kesadaran atau pingsan. Kemudian gejala lain seperti berikut:

1. Tatapan mata kosong
2. Tidak responsif
3. Melakukan gerakan berulang

Kejang umum

Gejala epilepsi berupa kejang umum melibatkan seluruh area otak. Seperti dikutip dari Mayo Clinic terdapat enam jenis kejang umum.

1. Absence seizures (kejang absen)

Biasa terjadi pada anak-anak. Ciri khasnya pasien menatap ke atas dengan atau tanpa gerakan tubuh misalnya, mengedipkan mata atau menguncupkan bibir.

2.Tonic seizures (kejang tonik)

Ciri-cirinya berupa otot kaku dan bisa berpengaruh pada kesadaran. Area otot yang terdampak antara lain, otot punggung, lengan dan kaki.

3. Atonic seizures (kejang atonik)

Gejala epilepsi satu ini mengakibatkan pasien kehilangan kontrol otot. Pasien bisa tiba-tiba jatuh atau pingsan.

Baca Juga :  Perlu Tahu, Ini Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia

4.Clonic seizures (kejang klonik)

Kejang berhubungan dengan gerakan otot menyentak berulang atau berirama. Area tubuh yang terdampak seperti, leher, wajah dan lengan.

5.Myoclonic seizures (kejang mioklonik)

Sensasinya berupa sentakan atau kedutan singkat, tiba-tiba dan mengenai tubuh bagian atas, lengan dan kaki.

6. Tonic-clonic seizures (kejang tonik-klonik)

Ini merupakan gejala epilepsi paling dramatis. Pasien bisa hilang kesadaran tiba-tiba, tubuh kaku, berkedut dan bergetar. Kejang jenis ini kadang mengakibatkan pasien hilang kontrol kandung kemih atau menggigit lidah.

Apa yang bisa dilakukan?

Sebagian besar kejang tidak memerlukan penanganan medis darurat. Saat kejang berlangsung, Anda tidak dapat menghentikannya.

Akan tetapi, jika menemukan orang dengan gejala epilepsi berupa kejang, lakukan tindakan berikut:

1. Tetap bersama orang itu sampai kejang hilang. Saat orang itu bangun, ajak ke tempat yang aman dan beri tahu apa yang terjadi.
2. Tetap tenang dan coba untuk membuat dia tenang.

Kemudian jika orang tersebut mengalami kejang tonik-klonik dengan goncangan atau sentakan tak terkendali, lakukan:

1. Biarkan orang tersebut di tanah atau lantai.
2. Putar tubuhnya dengan lembut ke samping untuk memudahkan dia bernapas.
3. Jauhkan benda-benda berbahaya.
4. Letakkan sesuatu di bawah kepala sebagai bantalan.
5. Jika memakai kacamata, sebaiknya lepaskan.
6. Kendurkan busana atau aksesori yang mempengaruhi pernapasan.
7. Hubungi tenaga medis jika kejang berlangsung lebih dari lima menit.

Sangat penting untuk tidak pernah:

1. Menahan gerakan orang yang kejang.
2. Memasukkan apa pun ke dalam mulut termasuk sendok.
3. Menawarkan makanan atau minuman saat orang yang kejang belum benar-benar sadar.

Tetap waspada dan juga amati gejala epilepsi yang muncul untuk segera mendapat penanganan. 

Baca Juga :  Cara Cek Tekanan Darah di Rumah, Jangan Sampai Salah

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan komentar